Jumat, 13 Mei 2011

BERSUKACITA DI DALAM TUHAN ( FILIPI 4:4)

BERSUKACITA DI DALAM TUHAN ( FILIPI 4:4)

oleh Pdt. Daniel S. Kusbin
“BERSUKACITA DALAM TUHAN” DISADUR DARI KOTBAH: PDT. DANIEL S. KUSBIN
FILIPI 4:4 “ Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:Bersukacitalah!
Rasul Paulus mengingatkan kita agar senantiasa Bersukacita dalam Tuhan,
bahkan diulang dua kali
Mengapa kata bersukacita ini diulang dua kali ? Jawabnya karena manusia sering lupa, makanya diingatkan lagi agar manusia tidak lupa untuk Bersukacita senantiasa .
Sukacita harus dimiliki setiap orang percaya karena sukacita itu sangat penting.
Hidup dalam sukacita berarti sesuatu kondisi yang harus kita raih, dan sukacita harus menjadi gaya hidup kita sehari-hari.
Dalam keadaan susah maupun senang, baik ataupun buruk kita harus tetap Bersukacita dalam Tuhan.
Apa bedanya sukacita didalam Tuhan dan sukacita yang dunia berikan?
Kalau Sukacita dunia hanya sementara, tetapi sukacita yang dari Tuhan itu bersifat Kekal .
Sukacita kita bukan di dasari uang, pangkat, harta kemewahan karena kalau kita bersukacita karena hal-hal yang bersifat materi, kita akan sangat kecewa.
Sukacita merupakan hal yang penting untuk membangun karakter yang kuat dan tangguh.
Sukacita juga adalah salah satu cara pola hidup sehat karena” Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”( Amsal 17:22) orang yang mempunyai hati yang gembira pasti ada sukacita dan orang yang bersukacita pasti mempunyai semangat hidup.
Tebarkanlah senyum Anda agar suasana menjadi tentram dan nyaman.
Senyum dapat membangkitkan semangat yang terpuruk.
Sebaliknya orang yang tidak punya sukacita akan kehilangan semangat dan mudah terserang penyakit karena loyo, sedih, susah,sengsara, tidak punya pengharapan dan akhirnya membusukkan tulang.
Tuhan Yesus berkata didalam Yohanes 15:11 “Semuanya itu kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh”

Bagaimana caranya supaya kita selalu hidup penuh dengan sukacita?

1.Ingatlah akan masa lalu yang baik. (Mazmur 143:5, Ratapan 3:20, Amsal 10:7).
Mengingat dan merenungkan kembali kebaikan Tuhan akan menolong kita mengatasi pikiran dan perasaan buruk yang membuat kita kehilangan sukacita.
Mengingat kebaikan orang-orang yang pernah menolong kita akan mendatangkan berkat dan sukacita tetapi sebaliknya kalau kita mengingat hal-hal yang buruk yang menimpa kita akan membuat kita sakit hati,kecewa susah ,sedih dan tertekan sehingga kita akan kehilangan sukacita oleh sebab itu pikirkanlah hal-hal yang positif (Filipi 4:8).

2.Tetap memuji Tuhan dan menyembah Tuhan di tengah-tengah masalah (Yesaya 61:3c)
Nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, jadi cara kita kita menganti perkabungan dengan sukacita adalah dengan memuji Tuhan.
Saya percaya disaat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh maka Allah akan bertahta diatas pujian kita dan Dia akan datang melawat kita dan membebaskan kita Contoh Paulus dan Silas saat di penjara (Kis. 16:25-26).
Mungking saat ini ada di antara saudara merasakan seperti dalam penjara misalnya di penjara dengan sakit-penyakit, dipenjara dengan kegagalan, dipenjara dengan kesulitan-kesulitan ekonomi atau saudara sedang mengalami keadaan yang paling buruk tetaplah memuji dan menyembah Tuhan maka Allah akan datang menolong dan memberikan kebebasan sehingga hidup saudara dipenuhi dengan sukacita dari Sorga.
Pujian dan sorak-sorai dapat meruntuhkan tembok Yerikho, apapun yang menjadi tembok atau penghalang bagi kita untuk maju Allah sanggup meruntuhkannya.
Pujian membawa mujizat terjadi dan hati kita terhibur, tetaplah memuji Tuhan apapun yang terjadi di dalam kehidupan ini.

3.Mintalah pertolongan Tuhan (Mazmur 143:7)
Raja Daud meminta pertongan Tuhan saat menghadapi masalah yang berat.
Dalam menghadapi masalah, seringkali kita lebih dulu mencari pertongan manusia, bahkan ada yang sering pergi ke paranormal, dukung dan hasilnya hanya kekecewaaan dan masalah yang makin berat.
Pertolongan dari manusia terbatas tetapi pertolongan dari Tuhan tidak terbatas.
Kadangkala ketika kita meminta pertolongan manusia 1x dia tolong kita, 2x dia masih tolong kita tetapi 3x dia bukan tolong tapi dia todong kita.
Tuhan Yesus berkata dalam Matius 11:28 Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan member kelegaan kepadamu.
Yesus menyuruh agar kita datang menghampiriNya , responilah undangan Yesus .
Yesus sanggup memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita yang letih lesu dan berbeban berat.
Tuhan Yesus tidak sekedar mengundang untuk siapa saja yang datang padaNya, melainkan Ia akan memberi kelegaan, memulihkan setiap persoalan kita oleh sebab itu
terimalah kelegaan yang Yesus berikan.
Di bawah kaki Yesus segala beban hidup kita pasti terlepas dan Dia sanggup menganti dukacita menjadi sukacita, air mata jadi mata air, tidak ada yang Mustahil bagiNya dan bagi orang yang percaya.

4. Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal (1 Tes. 5:18)
Dalam segala keadaan dan situasi , susah maupun senang, kita harus tetap mengucap syukur.
Keputusasaan, kegagalan jangan membuat kita bersungut-sungut karena persungutan tidak menyelesaikan masalah, malah menambah masalah dan beban kita bertambah berat , mengucap syukurlah senantiasa. Walaupun ditahun ini mungkin banyak kita mengalami tantangan dan pencobaan tetapi janganlah itu menjadi penghalang bagi kita untuk mengucap syukur kepada Tuhan.
Ucapan syukur akan menyenangkan hati Tuhan, dan membuat hidup kita penuh dengan sukacita.
Ucapan syukur adalah obat kekurangan kita (Yohanes 6:11)
Ucapan syukur membuat kita mengalami kuasa kebangkitan (Yohanes 11:41)
Ucapan syukur adalah kunci kemenangan kita.
Ucapan syukur membuat berkat yang lebih cepat lebih baik.
“SEMAKIN KITA BERSYUKUR, SEMAKIN BESARLAH KEKUATAN KITA UNTUK MEMPEROLEH BERKAT”
Bersyukurlah dan bersukacitalah senantiasa, walaupun beban dan penderitaan terasa berat.

5. Lakukanlah hal-hal yang baik (Galatia 6:9-10)
Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai nanti.
Jika kita menabur kejahatan kita akan menuai kejahatan tetapi sebaliknya jika kita menabur kebaikan kita akan menuai kebaikan juga.
Orang yang menabur kebaikan hidupnya pasti dipenuhi dengan sukacita.
Yesus selalu memberikan teladan kasih dan kebaikan bagi UmatNya.
Sebab itu , dimana pun kita berada, kita harus jadi berkat buat orang lain.
Bagaimana kehidupan kita mencerminkan Kristus, jika kasih Yesus tidak ada dalam diri kita?
Bagaimana orang dapat meneladani sikap dan cara hidup kita, jika permusuhan dan dendam mewarnai hati kita?
Firman Tuhan hari ini dengan tegas mengatakan bahwa kita harus selalu berbuat baik dengan siapa pun.
Jangan jadikan sikap berbuat baik itu sebagai paksaan tetapi kita harus selalu memberi dengan sukacita .
Sebagai orang percaya kita harus memiliki Kasih Kristus, hidup dalam damai dan memancarkan kebaikan bagi setiap orang.
Janganlah bosan berbuat baik dan biarlah di sepanjang hari ini, kita selalu memberikan kedamaian serta memancarkan kebaikan bagi sesama kita agar namaTuhan dipermuliakan.
Maju terus dalam Tuhan dan jadikanlah sukacita itu menjadi gaya hidup kita, Tuhan Yesus Memberkati.

“S E N Y U M”
Sekali senyum curiga hilang
Duakali senyum jadi sahabat
Tigakali senyum hati penuh damai
Empatkali senyum beban jadi ringan
Limakali senyum rejeki datang
Enamkali senyum gigi jadi kering

" T E R T A W A "
Sekali tertawa pusing kepala hilang
Dua kali tertawa bencipun sirna
Tigakali tertawa persoalan lari
Empatkali tertawa penyakit sembuh
Limakali tertawa jadi awet muda
Enamkali tertawa hati penuh sukacita

Tetapi awas, jangan senyum-senyum dan tertawa sendirian, nanti dikira orang gila.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar